Dakwah via sosial media gampang-gampang susah | niatnya berburu berkah tak ayal ‘berbuah’ masalah
Gampang aja kita tinggal posting tausiyah | namun ternyata ada aja yg merasa gerah
Bukannya tercerahkan malah menganggap postingan kita jadi masalah | padahal isinya dakwah
Ngelus dada aja dapet cacian dan makian | itu tandanya kita ada yg mengingatkan
Jangan sampai kita seperti orang-orang yg terlaknat | lebih suka mendebat ketimbang mengambil nasihat
Tidak semua hal harus kita tanggapi dan komentari | bila suka ambil, bila tidak suka tak perlu memaki
Salah satu tanda dewasa ialah bisa megendalikan diri | mampu menjaga lidah dari mencela dan menyakiti
Niat dihati tak semua orang bisa mengerti | namun lisan yg terucap terdengar pasti
Justru kita lihat tak bijak bila semua harus kita komentari | adakalanya menahan diri itu lebih utama dan juga lebih ranggi
Bila hal baik yg kita lihat boleh teladani sama | bila hal yg buruk jangan dibalas serupa
Bila engkau Muslim maka ingat engkau duta agamamu | jangan sampai indahnya Islamdirusak oleh lisanmu
Bacaan Al-Qur’an harusnya mengisi akalmu dengan kebaikan | menghiasi lidah dan dirimu dengan dzikir doa serta puji-pujian
Lalu apakah yg merasuk pada orang yg berkata-kata kasar? | apakah mereka merasa bahwa dengan kasar lantas jadi benar?
Bagaimana Muhammad bertindak lembut terutama sesama Muslim | begitulah teladan bagi kita untuk berkasih sayang sesama Muslim
Sebagaimana Allah bimbing lisan Musa dalam mendakwahi Firaun | semoga Allah lembutkan lisan kita saat berdakwah dijalan kebenaran
Seperti Allah berikan Muhammad SAW perkataan yg indah bermakna | semoga kita dapat meneladani Nabi karena ialah contoh sempurna.





